Search
Archives

111-allah-swt-kaligrafi

Nisa tak lagi Tinggi

Sembari menunggu Syafak menyiapkan diri dan mentalnya untuk bertemu Si Mbah, sembari menunggu pengumuman UMPTN, aku memenuhi janjiku pada Annisa untuk menemuinya di Jakarta liburan ini.

Berbekal uang beberapa juta dalam rekening yang sewaktu-waktu dapat aku culik dari mesin ATM, aku pergi ke Surabaya untuk take off dari bandara Juanda menuju bandara Soekarno-Hatta. Setelah dua hari sebelumnya aku memesan tiket pesawat di biro perjalanan yang ada di Karang Panjang. Baca Selengkapnya »

gubuk penceng

Sebuah Konstelasi

Dalam malam yang jernih, aku memandang langit dari sebuah pelataran gundul sebuah lahan tidur di belahan bumi Sawung Harjo. Angin tak mendesir, seperti menahan nafas agar tidak berhembus. Para jangkrik menggesekkan sayap-sayapnya dengan malu-malu, seolah tak rela jika terdengar olehku, bahkan para tuyul, gendruwo dan mahkluk dimensi lainpun tak berani mengeluarkan baunya sekalipun. Aku habis tenggelam dalam sebuah keteraturan yang dalam, dan kembali alam keteraturan pula. Baca Selengkapnya »

kunang2

Anak Makam.

Aku dibesarkan disini, dalam kelembutan maskulin bapakku. Di bawah buaian rindang randu dan meranti yang mengayomi rumahku, dikelilingi rimbun kamboja dan ditebari wewangiannya yang baka namun fana.

Langit terang pagi ini, awan Cumulus pembawa kristal-kristal hujan bergerak kumlitir di ujung angkasa, berarak menjauhi desa karena ditiup angin yang sejak tadi mengalir lantur sambil merebakkan aroma kamboja di sekitar area makam. Baca Selengkapnya »

Categories